Manusia dan Penderitaan


MANUSIA DAN PENDERITAAN
Disusun oleh
Nama: Laila Priyanka Rasani
Kelas: 1PA22
NPM: 13519357
Tugas: ke-5
Dosen: Faqih Munandar

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS GUNADARMA


Daftar isi
Halaman judul.................................................................................................................. i
Daftar isi ........................................................................................................................ ii
Kata pengantar............................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A.   Latar Belakang................................................................................................................ 1
B.   Rumusan Masalah........................................................................................................... 1
C.   Tujuan Penulisan............................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................ 2
A.   Pengertian Penderitaan................................................................................................... 2
B.   Contoh dan Penyebab Penderitaan................................................................................. 2
C.   Cara Manusia Menghadapi Penderitaan......................................................................... 3
D.   Pengaruh Penderitaan Terhadap Manusia....................................................................... 5
BAB III PENUTUP......................................................................................................... 6
A.   Kesimpulan..................................................................................................................... 6
B.   Saran............................................................................................................................... 6
Daftar Pusaka.................................................................................................................. 6








Kata Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena rahmatnya saya dapat menyusun dan menyelesaikan makalah dengan materi Manusia dan Penderitaan.
Dalam pembuatan makalah ini, saya menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu saya sangat mengharapkan dan menghargai kritik dan saran yang membangun, untuk perbaikan dan peningkatan kualitas makalah di masa yang akan datang.
Demikian makalah ini saya susun, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua serta menjadi tambahan referensi bagi setiap pembaca yang juga ingin menyusun makalah dengan tema seperti ini. Semoga bermanfaat. Amin.




Jakarta, 1 Desember 2019
Penyusun







BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Setiap manusia yang hidup di dunia pasti pernah merasakan penderitaan. Baik itu ringan atau berat. Hidup tidaklah selalu bahagia, tuhan memiliki caranya sendiri untuk mengukur sebarapa kuat iman kepadanya. Hidup di duniapun tidak selalu menderita, sedih, ataupun susah. Terkadang saat manusia terlalu terbuai dengan kesenangan duniawi manusia akan melupakan batasan-batasan yang ada sehingga tuhan akan memberikan cobaan untuknya yang membuatnya menderita. Penderitaan merupakan realitas dunia dan manusia. Peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Karena penderitaan ada banyak jenisnya. Penderitaan juga selalu datang tak terduga, manusia takkan pernah tau kapan , jam berapa,  menit keberapa, dan detik keberapa penderitaan akan datang menghampiri hidupnya. Manusia hanya perlu menjalani hidupnya dengan sebaik baiknya dengan aturan yang berlaku dan sesuai kepercayaan yang ia anut.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian dari penderitaan?
2.      Apa saja contoh penderitaan dan penyebabnya?
3.      Bagaimana cara manusia menghadapi penderitaan ?
4.      Apa pengaruh penderitaan terhadap manusia?

C.     Tujuan Penulisan
Adapun maksud dan tujuan pembahasan makalah ini, yaitu berdasarkan rumusan masalah di atas.
1.      Untuk mengetahui pengertian dari penderitaan
2.      Untuk mengetahui contoh penderitaan dan penyebabnya
3.      Untuk mengetahui cara manusia menghadapi penderitaan
4.      Untuk mengetahui pengaruh penderitaan terhadap manusia





BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yaitu dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan sesuai dengan lika-liku kehidupan manusia. Penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda –beda. Manusia dikatakan menderita apa bila dia memiliki masalah, depresi karena tekanan hidup, dan lain lain. Menurut agama penderitaan itu adalah teguran dari tuhan. Penderitaan ada yang ringan dan berat, contoh penderitaan yang ringan adalah ketika seseorang mengalami kegagalan dalam menggapai keinginannya, sedangkan contoh dari penderitaan berat adalah ketika seorang manusia mengalami kejadian pahit dalam hidupnya hingga ia merasa tertekan jiwanya sampai terkadang Ingin mengakhiri hidupnya.

B.    Contoh-Contoh Penderitaan dan Penyebabnya
Berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat dibagi  menjadi berikut :
1.    Nasib buruk, penderitaan ini dikarenakan oleh perbuatan buruk manusia yang dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan alam sekitarnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir adalah jika takdir di tentukan oleh tuhan sedangkan nasib buruk penyebabnya adalah karena ulah manusia itu sendiri. Contohnya: penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab tuhan. Kesabaran, tawakal dan optimis  merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan tersebut.
2.    Kehilangan orang tua, setiap manusia pasti mencintai orang tuanya dan memiliki hubungan yang erat dengan keluarganya. Penderitaan ini adalah yang paling sering kita jumpa dan sangat sedih tentunya. Tetapi kesedihan karena penderitaan ini diharapkan tidak berlarut larut karena semua manusia yang hidup pasti akan kembali kepada tuhannya.
3.    Kemiskinan, banyak orang yang mederita karena kemiskinan, merasa tidak pernah cukup dengan apa yang telah ia punya sehingga mengakibatkan seseorang merasa menderita karena tidak bisa memiliki sesuatu yang ia inginkan. Ini dikarenakan kurangnya rasa syukur manusia atas apa yang telah di berikan oleh tuhan.
4.    Bencana, tidak ada seorang pun yang dapat menghindari bencana yang tuhan berikan. Bencana bisa kapan saja dating dan menimpa siapa saja bahkan seringkali mengakibatkan kehilangan anggota keluarga. Trauma batin yang diakibatkan karena bencana juga sulit di sembuhkan.

C.    Cara Manusia Menghadapi Penderitaan
Bagaimana manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya? Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang dihadapinya.
1.  Siksaan
Penderitaan biasanya di sebabkan oleh siksaan, baik fisik ataupun jiwanya. Siksaan atau penyiksaan (Bahasa Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Arti siksaan, siksaan berupa jasmani dan rohani bersifat psikis, kebimbangan, kesepian, ketakutan. Berikut siksaan yang sifatnya psikis:
a.    Kebimbangan
Memiliki arti tidak dapat menetukan pilihan mana yang akan dipilih.
b.    Kesepian
c.    Merupakan rasa sepi yang dia alami pada dirinya sendiri/jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai.
d.   Ketakutan
Adalah sebuah sesuatu yang tidak dinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
2.  Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar. Gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
a.    Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
b.    Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
c.    Selalu iri hati dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga dia menjadi sangat agresif, berusaha melakukan pengrusakan atau melakukan detruksi diri dan bunuh diri.
d.   Komunikasi sosial putus dan ada yang disorientasi social
e.    Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri, ( orang-orang melankolis)
f.     Terjadinya konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
a.    Gangguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
b.    Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
c.    Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
d.   Krisis ekonomi yang berkepanjangan telah menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit jiwa, terutama gangguan kecemasan.
e.    Dipicu oleh faktor psychoeducational. Faktor ini terjadi karena adanya kesalahan dalam proses pendidikan anak sejak kecil, mekanisme diri dalam memecahkan masalah. Konflik-konflik di masa kecil yang tidak terselesaikan, perkembangan yang terhambat serta tiap fase perkembangan yang tidak mampu dicapai secara optimal dapat memicu gangguan jiwa yang lebih parah.
f.     Faktor sosial atau lingkungan juga dapat berperan bagi timbulnya gangguan jiwa, misalnya budaya, kepadatan populasi hingga peperangan. Jika lingkungan sosial baik, sehat tidak mendukung untuk mengalami gangguan jiwa maka seorang anak tidak akan terkena gangguan jiwa. Demikian pula sebaliknya. Gangguan jiwa tidak dapat menular, tetapi mempunyai kemungkinan dapat menurun dari orang tuanya. Namun hal ini tidak berlaku secara absolut.
Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:
a.    Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
b.    Terjadinya konflik sosial budaya.
c.    Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya  kearah positif dan negatif.
a.    Positif: trauma jiwa yang dialami dijawab dengan baik sebgai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajud, ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
b.    Negatif: trauma yang dialami diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapai nya apa yang diinginkan.
Penderitaan kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti:
a.    Kota – kota besar
b.    Anak-anak muda usia
c.    Wanita
d.   Orang yang tidak beragama
e.    Orang yang terlalu mengejar materi

D.    Pengaruh Penderitaan Terhadap Manusia
Penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Orang yang merasa dirinya menderita akan mendapat tekanan dari dalam jiwanya dan rasa malu. Sedangkan orang yang selalu bersikap positif dalam menghadapi penederitaan akan memperbaiki kesalahan agar tidak terjadi padanya yang kedua kali dengan memahami bahwa dampak kediri kita tidaklah baik dan akan berusaha membuat hidupnya lebih baik.





BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pada hakikatnya penderitaan dan manusia itu berdampingan, bahkan penderitaan itu selalu ada pada setiap manusia karena penderitaan merupakan rangkaian dari kehidupan. Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan. Penderitaan itu dapat teratasi tergantung bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan. Tidak semua penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat atau sebagai media untuk menginstropeksi diri. Karena penderitaan tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya. Agar manusia tidak mengalami penderitaan yang berat untuk itu manusia harus bisa menjaga sikap dan perilaku baik kepada sesama manusia, alam sekitar, maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena dengan kita menjaga sikap dan perilaku antar sesama manusia, alam sekitar, dan Tuhan Yang Maha Esa, kita akan hidup dengan nyaman dan tentram tidak ada gangguan dari siapapun. Selain itu kita harus yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya.

B.   Saran
Dengan dibuatnya makalah ini diharapkan pembaca dapat menambah pengetahuan serta wawasan dan lebih mudah menerima segala kesedihan serta penderitaan hidup dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, berserah diri dan menerima segala sesuatu yang ada dengan selalu bersyukur. Karena dalam masalah yang ada pasti ada makna yang tersembunyi didalamnya. Selanjutnya saya sebagai penulis mengharapkan kritik dan saran pembaca demi kesempurnaan makalah ini untuk kedepannya.

DAFTAR PUSAKA


Komentar